Menurut Kantor Berita ABNA, PM Irak Nuri al-Maliki, Minggu (11/12) ke Washington AS. Kunjungan Nuri al-Maliki selama dua hari tersebut berkaitan dengan rencana seluruh pasukan AS di Irak akhir Desember 2011. Pasukan AS telah berada di Irak selama delapan tahun sejak penggulingan Saddam Hussein.
"Ini merupakan kunjungan pertama dia sebagai kepala pemerintah satu negara yang tanpa pasukan asing," kata penasehat khusus media Maliki, Ali Mussawi.
Nuri al-Maliki akan bertemu dengan Presiden Obama dan berunding tentang kelanjutan hubungan AS-Irak pascapenarikan seluruh pasukan militer AS di Irak.
Selain bertemu dengan Obama, PM Irak dijadwalkan bertemu dengan Wakil Presiden AS Joe Biden, Menlu Hillary Clinton, dan para anggota parlemen. Penarikan pasukan AS di Irak akan ditandai dengan pidato Barack Obama di hadapan tentara yang pulang, Rabu (28/12) di North Carolina.
"Kedua pemimpin itu akan berunding mengenai penarikan pasukan militer AS dari Irak, dan usaha-usaha untuk memulai satu babak baru dalam kemitraan strategis antara AS dan Irak," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney.
Irak kini memiliki lebih dari 900 ribu tentara yang dinilai telah mampu mempertahankan dan mengendalikan keamanan dalam negeri, termasuk di wilayah perbatasan. (ANT/AFP/Vin)